Rabu, 02 Mei 2012

karya ilmiah :penelitian peningkatan keterampilan membaca bahasa indonesia


TUGAS BAHASA INDONESIA

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA INDONESIA
SMA N 1 TARERAN,
TAHUN PELAJARAN 2012/2013


Description: E:\piCtUre\LOGO\Unima Warna.jpg






Disusun Oleh:
Nama             :  vandry prang
NIM                :  11310615
KELAS                    :  A










        LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA INDONESIA
SMA N 1 TARERAN,
TAHUN PELAJARAN 2012/2013







Disusun Oleh:
Nama                    :  VANDRY PRANG
NIM                      :  11310615

KELAS                 : A











Disahkan Tanggal :   ........................................................

Menyetujui:
Pembimbing,





.....................................................









SISTEMATIKA  PROPOSAL

  1. JUDUL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA INDONESIASMA N 1 TARERAN,TAHUN PELAJARAN 2012/2013


  1. LATAR BELAKANG MASALAH
Tujuan pendidikan sebagaimana yang termuat dalam Undang-undang Sisdiknas dapat kita pahami secara jelas bahwa, tujuan pendidikan yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggug jawab (UU Sisdiknas.2003: 8).
  Semua tujuan yang hendak dicapai tersebut akan dapat berhasil bila semua unsur mendukugnya yaitu unsur pendidik, lembaga pendidikan,orang tua siswa dan siswa itu sendiri serta masyarakat ligkungan  sekitar.
          Keberhasilan seseorang (siswa) dalam belajar ditandai dengan adanya perubahan sikap dan tingkah laku.  Perubahan tersebut sangat mendukung keberhasilan seseorang dalam hidup bermasyarakat.
Perubahan sikap dan tingkah laku yang terjadi pada siswa ,misalnya siswa  sudah memahami bidang kebahasaan yang mencakup terampil dan menguasai empat aspek  berbahasa  yaitu  menyimak , berbicara ,membaca dan   menulis.
Dengan menguasai keempat ketrampilan tersebut siswa dapat mengembangkan dirinya sebagai makluk individu dan makluk sosial dalam hidup bermasyarakat .
          Pengembangan diri seseorang lewat menyimak, mereka akan dapat inspirasi atau pengetahuan baru yang diperoleh lewat menyimak, sehingga siswa dapat memadukan ide-idenya dengan pengetahuan/informasi yang ia dapatkan baik dari media elektronika (televisi atau radio) ataupun dari nara sumber yang ia temui.
Pengembangan diri melalui berbicara, seseorang dapat mengungkapkan ide-idenya dengan leluasa baik di forum formal ataupun informal, sehingga mereka akan memperoleh masukan-masukan pengetahuan baru yang disarankan oleh orang lain  ketika ia berbicara, dan juga dapat melatih seseorang untuk tidak memiliki rasa grogi ketikan berbicara di depan orang banyak, apalagi didepan orang yang status/kedudukannya di atas orang yang berbicara.
Pengembangan diri seseorang lewat membaca, mereka akan tahu informasi baru baik yang dibaca di surat kabar, buku atau media cetak lainnya. Informasi baru tersebut akkan diaktualisasikan dalam hidup sehari-hari.
Pengembangan diri seseorang lewat menulis, mereka akan dapat menuangkan ide atau gagasan baru yang mereka alami baik di sekolah dan di luar sekolah, sehingga siswa  tersebut akan dapat berkreasi sesuai dengan kemampuannya.
 Dari keempat aktualisasi ketrampilan berbahasa yang digambarkan tersebut di atas akan menjadi dorongan kita khusunya sebagai tenaga pendidik bahasa Jawa agar dapat meningkatkan ketrampilan berbahasa siswa yang lebih baik lagi, sehingga siswa atau anak didik kita dapat memperoleh ketrampilan berbahasa tersebut yang dapat diman-
faatkan dalam kehidupan sehari-hari di masyaarakat. Tentunya keberhasilan siswa dalam penguasaan ketrampilan berbahasa juga akan memberikan nilai tambah bagi siswa tersebut, karena disamping siswa berhasil dengan baik dalam belajar juga siswa akan terampil menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana menyampaikan informasi kepada orang lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut di atas maka kami dalam melakukan penelitian tindakan kelas ini memfokuskan pada peningkatan ketrampilan menulis kalimat dalam pembelajaran bahasa Indonesia DI SMA N 1 TARERAN.

3.       IDENTIFIKASI MASALAH
 Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Pembelajaran juga diartikan suatu proses membuat orang belajar yang tujuannya ialah membantu orang belajar, atau memanipulasi (merekayasa) lingkungan sehigga memberi kemudahan bagi orang yang belajar(Mukminin.2004: 7).
 Untuk mencapai itu semua peran guru dalam pembelajaran juga sangat menentukan, khususnya dalam menerapkan Strategi Pembelajaran Dengan Media Kartu dalam pembelajaran bahasa jawa untuk meningkatkan membaca di SMA N 1 TARERAN
Dari uraian di atas penulis mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Jawa selama ini kurang meningkatkan membaca  khususnya Di SMA N I TAREARAN :
1.     Adanya pandangan siswa terhadap pelajaran bahasa Bahasa indonesia yang selama ini diang-
gap sebagai mata pelajaran yang kurang bermanfaat dibanding dengan mata pelajaran ilmu eksakta.
2.  Terbatasnya media pembelajaran yang dipakai untuk  penyampaian  pelajaran  Bahasa indonesia
3.  Belum tersedianya sarana laboratorium bahasa.
4.  Pengguaan  metode  pembelajaran bahasa indonesia yang  kurang  bervariasi,  hal  ini
 mengakibatkan siswa merasa bosan untuk mengikuti pelajaran, sehingga  tujuan  pembelajaran bahasa Jawa tidak tercapai.

4.           PEMBATASAN MASALAH
Mengacu pada identifikasi masalah di atas, penulis membatasi masalah penelitian tindakan kelas ini pada peningkatan membaca huruf Jawa  melalui pembelajaran bahasa Jawa dengan Strategi Pembelajaran Media Kartu di SMA N 1 TARERAN.




5.           PERUMUSAN MASALAH
Berpangkal dari penjelasan pada latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah tersebut di atas, maka rumusan masalah yang menjadi  fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.  Apakah penerapan Strategi Pembelajaran Media Kartu dapat meningkatkan ketrampilan membaca huruf Bahasa indonesia bagi siswa , SMA N 1 TARERAN.
2. Seberapa besar Strategi Pembelajaran Media Kartu dapat meningkatkan ketrampilan membaca huruf bahasa indonesia siswa .
6.           TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah, maka pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini bertujuan:
1.  Meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Media Kartu pembelajaran bahasa indonesia siswa SMA N I TARERAN.
2.  Meningkatkan ketrampilan membaca BAHASA INDONESI.
7. MANFAAT HASIL PENELITIAN
1.  Manfaat Teoritik
               Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diharapkan hasilnya  dapat  bermafaat
 bagi dunia pendidikan  yaitu menambah khasanah metode pembelajaran bahasa  indonesia khususnya dalam meningkatkan ketrampilan membaca.
2.  Manfaat Praktis
               Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat bermanfaat bagi;
a.       Peserta didik; yaitu meningkatkan semangat dan keaktifan dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa indonesia, karena siswa diaktifkan dengan kegiatan belajar
           yaitu dengan melakukan permainan  dengan topik  yang dijadikan bahan membaca huruf oleh siswa.
b.  Guru; yaitu penyampaian materi dalam proses pembelajaran bahasa indonesia akan
 lebih efektif dan menarik. Dengan demikian tujuan pembelajaran bahasa indonesia
  kemungkinan besar dapat tercapai.
c.      Sekolah; yaitu penerapan Strategi Pembelajaran Media Kartu  dalam  pembelajaran  bahasa indonesia ini menuntut kreatifitas siswa dan guru dalam proses belajar mengajar sehingga akan meningkatkan kualitas sekolah.

8.       KERANGKA TEORITIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
a.     KERANGKA TEORITIK
         Istilah pembelajaran berasal dari kata belajar yang pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan.  Belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bahan yang dipelajari, faktor instrumetal, lingkugan, dan kondisi individual si pelajar.  Fakto-faktor tersebut diatur sedemikian rupa, agar mempunyai pengaruh yang membantu tercapainya kompetensi secara optimal.
Proses belajar yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan senantiasa berlangsung dalam berbagai situasi dan kondisi.
 Pada dasarnya, belajar merupakan kebutuhan bagi setiap orang.  Dengan belajar, maka pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, nilai, sikap, tingkah laku, dan semua perbuatan manusia terbentuk, disesuaikan dan dikembangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar selalu melibatkan tiga hal pokok yaitu; adanya perubahan tingkah laku, sifat perubahannya relatif permanen serta perubahan tersebut disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan, bukan oleh proses kedewasaan ataupun perubahan-perubahan kondisi fisik yang sifatnya sementara. Oleh karena itu pada prinsipnya belajar adalah  proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara siswa dengan sumber-sumber atau objek belajar, baik yang secara sengaja dirancang (by design) maupun yang tidak secara sengaja dirancang, namun dimanfaatkan (by utilization).
Proses belajar tidak hanya terjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan guru. Hasil belajar yang maksimal dapat pula diperoleh lewat interaksi antara siswa dengan sumber-sumber belajar lainnya (Mukmian,2004;5)
Sedangkan istilah pembelajaran merupakan padanan kata dalam bahasa Inggris Instruktion, yang berarti proses membuat orang belajar. Genge dan Briggs (1979) mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu rangkaian events (kejadian, peristiwa, kondisi dsb) yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi siswa (pembelajar), sehingga proses belajarnya dapat berloangsung dengan mudah. 
Pembelajaran  bukan hanya terbuka pada kejadian yang dilakukan oleh guru saja, melainkan mencakup semua kejadian maupun kegiatan yang mungkin mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia. Pembelajaran mencakup pula kejadian-kejadian yang dimuat dalam bahan-bahan cetak, gambar, program radio, televisi, film,slide, maupun kombinasi dari bahan–bahan tersebut. Bahkan saat ini pemanfaatan berbagai perangkat elektronik, yang berupa program-program komputer untuk pembelajaran, atau dikenal dengan e-learning (elektronic–learning) seperti CAL (Computer Assested Learning), atau CAI (Computer Assisted Instruction), belajar lewat internet, website sekolah dan lain-lain sudah banyak digunakan dalam pembelajaran.
Demikian juga dalam pembelajaran bahasa indoneia di SMA dilaksanakan untuk meningkatkan  empat  ketrampilan  berbahasa Jawa yang meliputi  (1) ketrampilan
menyimak (listening skils), (2) ketrampilan berbicara (speaking skills), (3) ketrampilan  membaca (reading skills),(4) ketrampilan menulis (Writing skills) (Tarigan,1987: 1).
 Setiap ketrampilan itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya dengan cara yang beraneka ragam.  Dalam memperoleh ketrampilan berbahasa, biasanya kita melalui sutu hubungan urutan yang teratur.
Selanjutnya setiap ketrampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berpikir yang mendasari bahasa.  Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya.  Semakin trampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya.  Ketrampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan prktek dn banyak latihan.
 Melatih ketrampilan berbahasa berarti pula melatih ketrampilan berpikir (Tarigan,1987:1)
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada pembelajaran bahasa Jawa yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan membaca, oleh karena itu perlu kami uraikan bahwa  program pengajaran membaca  pada dasarnya dilaksanakan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
a. Mendorong siswa untuk membaca dengan jujur dan bertanggung jawab, dalam kaitannya
dengan penggunaan bahasa secara berhati-hati, integritas dan sensitif.
b. Merangsang imajinasi dan daya pikir atau intelektual siswa.
c. Menghasilkan tulisan atau karangan yang bagus organisasinya, tepat, jelas  dan  ekonomis penggunaan bahasanya dalam membebaskan sesuatu yang  terbendung  dalam  hati dan pikiran.
           Sedangkan prinsip-prinsip yang mendasari program pengajaran membaca adalah bahwa membaca;

a.  Merupakan suatu proses dua  arah,  dalam  pengertian  si  pembaca menyampaikan  atau meghasilkan sesuatu untuk pendengarnya.
b.  Didasarkan pada pengalaman, yakni bahwa sumber utama tulisan adalah pengalaman si penulisnya.
c.  Perbaikan hasil tulisan terjadi karena praktek, dalam pengertian bahwa aktivitas membaca yang kontinu dapat mengembangkan kelancaran, ketrampilan serta keteraturan berpikir.
d.  Pengertian yang dikandung atau dibawakan dalam tulisan lahir lebih dahulu sebelum
 tercipta bentuk (Mukhsin Ahmadi, 1984: 18).
Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena adanya beberapa masalah yang dihadapi baik oleh guru maupun oleh siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia. Secara urnum dalam belajar bahasa indonesia siswa harus menguasai empat keterampilan berbahasa, yaitu: keterampilan mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing), Namun dalam penelitian ini hanya difokuskan pada masalah yang timbul dalam kegiatan menulis, khususnya dalam membuat kalimat bahasa Indonesia sederhana.
Data hasil pengamatan awal  menunjukkan bahwa kemampuan membuat kalimat bahasa indonesia siswa sangat memprihatinkan atau masih rendah, yaitu nilai rata-rata 4,10 setelah diadakan tes awal kemampuan siswa dalam membuat kalimat sederhana.
Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca bahasa Indonesia ini tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: kurangnya  latihan  yang  diberikan  guru, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas kurang bervariasi dan kurangnya tugas yang diberikan oleh guru. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mambaca bahasa Indonesia dengan menggunakan strategi Media Kartu.
Yang dimaksud kemampuan membuat kalimat bahasa indonesia sederhana adalah kemampuan siswa dalam menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk kalimat. Dalam membaca t perlu memperhatikan dua hal, yaitu subtansi dari hasil tulisan itu (ide yang diekspresikan) dan aturan struktur bahasa yang benar (gramatical form and syntactic pattern). Membuat kalimat termasuk ke dalam kegiatan untuk keterampilan menulis, karena itu membuat kalimat juga berarti mengungkapkan ide dan berkomunikasi dengan orang lain melalui simbol-simbol bahasa (Harris, 1988).
Kalimat-kalimat yang dibuat dapat berupa kalimat yang paling sederhana yang hanya mengandung dua jabatan kata dalam kalimat, yaitu subyek dan predikat  (S + V); subyek, kata kerja dan obyek (S+V+O) atau kalimat yang paling lengkap, yaitu: subyek, kata kerja, obyek, dan keterangan (S+V+O+ Adv)
Permainan menurut Carrier (1982) mempunyai nilai yang sangat tinggi bagi guru bahasa sebab permainan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bahasa tertentu dengan situasi yang tidak terlalu formal. Sedangkan menurut Hadfield (1984), permainan merupakan aktivitas yang mempunyai tujuan dan elemen kesenangan.
Media Kartu adalah sebuah terjemahaan bebas dari Permainan Kartu Berantai. Para pemain memainkan kartu ini layaknya seperti bermain kartu remi. Dalam  permainan ini, pemain ditugaskan menyusun kartu-kartu yang dimiliki agar menjadi sebuah kalimat atau memainkan kartunya untuk meneruskan kalimat pemain lawan yang belum selesai, bisa di awal atau di akhir susunan kartu.
Permainan ini dapat dimainkan oleh empat pemain atau lebih, dengan jumlah kartu 20 lembar setiap setnya. Jumlah ini dapat saja ditambah atau dikurangi. Di setiap kartu tertulis satu kosa kata dalam bahasa indonesia, yaitu sebuah penggalan-penggalan kalimat yang telah diatur sehingga jika kartu dimainkan dengan benar akan terbentuk suatu kalimat bahasa Jawa yang baik dan benar.
Kartu-kartu tersebut terbuat dari karton dengan ukuran 5 x 8 cm. Ukuran ini dapat saja disesuaikan dengan selera pembuat kartu.
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa terutama dalam meningkatkan gairah belajar bahasa indonesia, dan bagi guru agar dapat menambah wawasan dalam mengaplikasikan strategi baru, serta menambah tambahan referensi karya ilmiah.







b. HIPOTESIS TINDAKAN
     1.  Upaya peningkatan keterampilan membaca pada siswa dapat dilakukan dengan teknik Strategi Pembelajaran Media Kartu dalam pembelajaran bahasa indonesia.
 2.  Bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Strategi Pembelajaran Media Kartu pembelajara bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan membaca huruf Jawa siswa dapat diobservasi melalui   hasil  kegiatan  praktik membaca yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran.
9. PENCANA PENELITIAH
a. Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penbelitian
 Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMA N I TARERAN, khususnya semester 1 tahun pelajaran 2012 - 2013. Sekolah ini , mempunyai 3 tingkatan kelas, yaitu: kelas X,XI dan X11.
Fasilitas yang tersedia di SMA Negeri 1 TARERAN cukup memadai.  Terdapat 18 ruang kelas yang memadai untuk kegiatan pembelajaran 18 rombongan belajar (Rombel).  Disamping ruang kelas, terdapat satu ruang perpustakaan yang pernah menjadi juara 1 tingkat kabupaten pada tahun 2006, satu ruang laboratorium IPA, satu ruang laboratorium computer, satu ruang guru, satu ruang kesenian,  SMA Negeri 1 TARERAN juga masih memiliki fasilitas pembelajaran lain seperti atlas,globe,.  Di samping alat-alat pembelajaran tersebut, siswa dapat memanfaatkan sumber pembelajaran  bahasa Jawa yang ada disekitarnya seperti lingkungan alam sekitar SMA Negeri 1 TARERAN, yang kebetulan berada di tengah lembah dan perbukitan dengan hamparan sawah yang cukup luas , bila siswa dibawa ke belakang sekolah dan menghadap ke utara dan timur tepat sekali langsung melihat keindahan alam yang cukup mempesona.
Kondisi cukup starategis untuk sampai ke lokasi dengan angkutan umum microbus dan kendaraan bak terbuka . Tempat tinggal siswa berjarak kira-kira antara 1 hingga 5 kilometer, mereka datang ke sekolah dengan berjalan kaki dan kendaraan umum.
b.     Variabel yang diselidiki
Peserta didik di SMA Negeri 1 TARERAN mayoritas berasal dari keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas. Input yang kurang bagus turut memberikan sumbangan pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh karea itu, pembelajaran tidak dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Namun demikian, peserta didik di SMA Negeri 1 TARERANmasih memiliki nilai plus dibanding dengan sekolah lain.  Letak geografis SMA Negeri 1 TARERAN yang berada di pinggiran menyebabkan siswa-siswanya belum begitu terkontaminasi oleh gaya hidup perkotaan.  Di samping itu kehidupan masyarakat kec. TARERAN yang kental dengan kehidupan keagamaan, merupakan benteng bagi masuknya pengaruh negatif gaya hidup modern. Keadaan ini merupakan modal yang baik bagi pelaksanaan penelitian ini, sebab upaya meningkatkan keterampilan membaca pada siswa SMA Negeri 1 TARERAN akan mendapat dukungan dari peserta didik.
  Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini sangat didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki etos kerja tinggi, punya semangat untuk melakukan perubahan dan memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1).  Pengajar pada kelas yang menjadi objek penelitian adalah guru yang telah memiliki pengalaman mengajar selama 23 tahun. Dengan modal dan latar  belakang pendidikan yang memadai, pengajar mampu bekerjasama dengan peneliti sehigga tujuan penelitian dapat terlaksana dengan baik dan membuahakan hasil yang baik.
c.     Rencana Tindakan
1.     Perencanaan
Sebelum penelitian ini dilaksanakan, pertama-tama diadakan tes awal (t-O) untuk mendapatkan data pendukung yang akurat sehingga mempunyai dasar yang kuat untuk melaksanakan penelitian. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan segala perangkat yang akan digunakan selama penelitian berlangsung, seperti pembuatan perangkat pembelajaran, Rencana Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa untuk setiap pertemuan, dan beberapa instrumen lain seperti lembar tes, observasi, analisis, pedoman wawancara, catatan lapangan dan kartu .
2.     Implementasi Tindakan
Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus selama semester pertama. Siklus pertama dilakukan dalam 2 kali pertemuan, dengan pokok bahasan Membaca dengan sub pokok bahasan membaca huruf . Siklus kedua dilakukan dalam 2 kali pertemuan, dengan pokok bahasan membaca dan sub pokok bahasan Tembang Macapat,Siklus ketiga dilakukan dalam 2 kali pertemuan dengan pokok bahasan Membaca dan sub pokok bahasan Aksara Murda ,  sehingga seluruhnya berjumlah 6 kali pertemuan.


3.     Observasi dan Interpretasi
Seperti telah diuraikan di atas, bahwa penelitian ini memerlukan instrumen-instrumen pendukung seperti: tes, lembar observasi dan pedoman wawancara.Observasi dilakukan oleh Tim kolabor yaitu teman sejawat dengan latar belakang dan tugas yang sama yaitu pengajar bahasa Indonesia  dengan pendidikan terakhir S1 Pendidikan Bahasa indonesia  . Dalam pelaksanaan observasi disertai juga perekaman dan pemotretan dengan harapan akan memperoleh hasil yang akurat . Strategi ini diharapkan dapat  meningkatkan gairah belajar bahasa Jawa siswa.

4.     Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui observasi baik secra manual maupun melalui perekaman video, khususnya untuk data langsung prosedur/proses. Data ini digunakan untuk melihat proses/prosedur pelaksanaan perbaikan proses pembelajaran dan akan digunakan sebagai dasar penilaian pada segi perencanaan kegiatan. Disamping itu data dikumpulkan melalui tes untuk mengukur kemampuan siswa dalam pembelajaran membaca huruf . Data ini diperlukan untuk menentukan keberhasilan perencanaan, pelaksanan tindakan dan perbaikan proses serta hasil akhir  yang diperoleh siswa sesuai indicator keberhasilan program.
5.     Analisis Data
 Data yang telah diperoleh di lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.  Teknik data yang digunakan terdiri dari analisis domain, analisis taksonomi dan analisis komponensial.  Setelah peneliti melakuka observasi dan wawancara deskriptif selesai, maka langkah selanjutnya melakukan analisis domain, yaitu mereduksi banyaknya data yang diperoleh di lapangan. Sekiranya data dianggap cukup, selanjutnya diklarifikasi dalam domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan menyeluruh terhadap permasalahan yang diteliti.
 Penelitian melakukan analisis taksonomi adalah agar memperoleh gambaran adanya saling keterkaitan antara komponen  yang  satu  dengan  komponen  yang  lainnya dalam satu siklus proses pembelajaran bahasa indonesia.  Peneliti kemudian melakukan analisis  komponensial yaitu dengan mengorganisasikan secara kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh melalui pengamatan selektif dan wawancara.  Dengan demikian dapat ditemukan tema yang merupakan deskripsi dari seluruh data yang diperoleh untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini.
6.     Indikator kinerja
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan menerapkan Teknik Media Kartu pada pembelajaran Bahasa indonesia di SMA N I TARERAN dinyatakan berhasil jika :
1.   Berdasarkan skor /nilai analisis membuktikan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar siswa yang signifikan.
2.   Peningkatan ketrampilan siswa dalam membaca huruf  yang ditunjukan dengan meningkatnya skor/nilai siswa pada akhir proses pembelajaran siklus terakhir jika dibandingkan dengan hasil tes awal .
3.   Peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas batas ketuntasan minimal ( KKM ) yang telah ditentukan untuk kompetensi dasar ( KD ) yang di teliti.
7.     Personalia Penelitian
1.  Ketua peneliti                         :
a.  Nama Lengkap dan Gelar                   : VANDRY PRANG
b.  pekerjaan /  NIM                                : mahasiswa/11310615
c.alamat                                                   :jln.siswa rumoong atas 2 kec. tareran

d.  Waktu untuk penelitian ini                : 6 Jam pelajaran
                  e.  Tugas                                       :
1.  Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan kegiatan
2.  Menyusun perencanaan PBM dan instrumen observasi
3.  Melaksanakan semua jenis kegiatan
4.  Menyusun Laporan
8.     Jadwal pelaksanaan
No
Jenis Kegiatan
Minggu ke- / Bulan Ke-
1
Penyusunan Proposal
Minggu ke-2,3,4 /bulan ke-4
2
Analisis Pokok Bahasan dan Materi pelajaran
Minggu ke-1,2 /bulan ke-5
3
Pendesainan media pembelajaran yang digunakan
Minggu ke-1,2/ bulan ke-5
4
Pelaksanaan PBM dengan teknik yang diujicobakan
Minggu ke-3,4 /bulan ke-5
5
Evaluasi Hasil Belajar Siswa
Minggu ke-1,5 / bulan ke-5
6
Evaluasi Proses Pembelajaran
Minggu ke-3 ,4 /bulan ke-5
7
Analisis hasil evaluasi
Minggu ke 5,/bulan ke-5
 dan minggu ke-1/ bulan ke-5
8
Seminar hasil penelitian
Minggu ke- 3,4 /bulan ke-6
9
Penyusunan Laporan
Minggu ke-5 bulan ke-6 dan minggu ke-1,2 bulan ke-6







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar